PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Lusi Andriani, SST, M.Kes
Pengelola Program Studi Sarjana Terapan
Teknis Akademik dan Evaluasi Sarjana Terapan Regular
Bdn. Dina Anggraini, S.Tr. Keb.,M.Tr
Teknis Akademik dan Evaluasi Sarjana Terapan Alih Jejang dan RPL
Khariza Fadhilah, S.Tr. Keb., M.Keb
PJ SIAKAD, PDDIKTI Sarjana Terapan, BENING & Website Jurusan Kebidanan
Bunga Marlina, S.Keb., Bd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
Ratna Dewi, SKM, MPH
Pengelola Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
Teknis Akademik dan Evaluasi Profesi Bidan Kelas Bengkulu, PJ SIAKAD, PDDIKTI, BENING Profesi Bidan
Bd. Agnestya Nurul Fergita, S.Tr. Keb.,M.Keb
Teknis Akademik dan Evaluasi Profesi Bidan Kelas Curup & RPL
Khariza Fadhilah, S.Tr. Keb., M.Keb
Fasilitas – Jurusan Kebidanan
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu menghadirkan fasilitas pembelajaran yang lengkap, modern, dan berbasis praktik untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang berkualitas..
Gedung Belajar ( Virginia Apgar)
Gedung Belajar Virginia Apgar merupakan fasilitas utama Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang mendukung proses pembelajaran melalui ruang kuliah yang nyaman, teknologi pembelajaran modern, serta lingkungan akademik yang kondusif untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa.
Laboratorium Terpadu
Laboratorium Terpadu menjadi pusat pembelajaran praktik bagi mahasiswa Jurusan Kebidanan untuk mengembangkan keterampilan klinis melalui simulasi yang didukung oleh fasilitas modern dan peralatan sesuai standar pendidikan kebidanan.
Gedung Training Center (GTC)
Gedung Teaching Center (GTC) merupakan pusat pembelajaran dan pelatihan yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa Jurusan Kebidanan. Gedung ini juga menjadi Migrant Guidance Center (MGC) Merah Putih Bengkulu, sebagai pusat bimbingan dan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya tenaga kesehatan, dalam mempersiapkan karier profesional di tingkat nasional maupun internasional.
GEDUNG AUDITORIUM
Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu merupakan fasilitas penunjang yang dimanfaatkan oleh Jurusan Kebidanan untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Gedung ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kuliah umum, seminar, workshop, pelatihan, pembekalan praktik, serta kegiatan ilmiah lainnya. Dengan fasilitas yang representatif, auditorium mendukung pengembangan kompetensi, profesionalisme, dan soft skills mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi bidan yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja..
perpustakaan terpadu
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Bengkulu menjadi pusat literasi dan sumber informasi akademik bagi mahasiswa Jurusan Kebidanan. Dengan koleksi referensi yang lengkap, akses sumber belajar digital, dan ruang baca yang nyaman, perpustakaan mendukung terciptanya budaya belajar yang aktif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi bidan profesional.
Mushola, Gazebo dan Taman
Jurusan Kebidanan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti mushola, gazebo, dan taman, yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Fasilitas ini mendukung mahasiswa dalam beribadah, belajar, berdiskusi, maupun beristirahat sehingga menunjang keseimbangan antara aktivitas akademik dan kenyamanan selama berada di lingkungan kampus.
Akar Perjalanan: Menuju Tenaga Kesehatan Profesional
Program Studi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu berawal dari integrasi Akademi Kebidanan Bengkulu ke dalam sistem pendidikan tinggi kesehatan nasional. Transformasi ini menjadi fondasi kuat dalam mencetak bidan profesional yang siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara terstandarisasi.
Integrasi Institusi
Akademi Kebidanan Bengkulu bergabung ke dalam Poltekkes Kemenkes Bengkulu untuk memperkuat kualitas dan jangkauan pendidikan kebidanan.
Standarisasi Nasional
Pendidikan formal yang terstandarisasi nasional menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga bidan yang kompeten dan profesional di seluruh Indonesia.
Evolusi Pendidikan: Transformasi Menjadi Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi Bidan
Perjalanan panjang program studi ini mencerminkan komitmen untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan profesi kebidanan yang terus berkembang.
2008
Pengembangan awal program pendidikan jenjang D4 untuk membentuk bidan pendidik yang kompeten dan berdedikasi
2011
Perubahan fokus ke arah kebidanan klinis untuk penguatan keterampilan spesifik di lapangan secara lebih intensif.
SEKARANG
Perubahan fokus ke arah kebidanan klinis untuk penguatan keterampilan spesifik di lapangan secara lebih intensif.
Tonggak Sejarah: Menjawab Kebutuhan Profesi
Kurikulum Komprehensif: Membangun Kompetensi
Kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan keterampilan praktik klinis yang intensif, menghasilkan bidan yang mampu memberikan asuhan holistik dan aman. .
Teori & Pengetahuan
Pembelajaran berbasis ilmu kebidanan terkini, farmakologi, dan kesehatan reproduksi yang komprehensif.
Praktik Klinis
Pelatihan intensif di rumah sakit dan puskesmas untuk mengasah keterampilan asuhan kebidanan nyata.
Keselamatan Pasien
Fokus pada asuhan kebidanan yang holistik, aman, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi..
Evidence Based Practice
Pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam setiap pengambilan keputusan klinis dan asuhan kebidanan.
Profil Lulusan: Bidan Mandiri dan Inovatif
Bidan Praktisi
Mampu memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif, holistik, dan bermutu pada maskehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, balita, serta pelayanan kesehatan reproduksi a dan keluarga berencana (KB).
Edukator & Konselor
Mampu menjadi penyuluh dan pemberi konseling yang efektif bagi individu, keluarga, serta masyarakat terkait kesehatan ibu, anak, dan reproduksi.
Pengelola (Manager & Leader)
Memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial dalam mengelola pelayanan kebidanan baik di fasilitas kesehatan mandiri, klinik, maupun puskesmas atau rumah sakit.
Penggerak Masyarakat
Mampu memimpin serta menggerakkan peran serta masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja masing-masing.